ajiahd

When you can dream, then you can start. A dream is a wish that you make with your heart...

Minggu, 28 November 2010

Kuis KiHajar Nasional 2010

Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Rabb... sebelumnya terimakasih atas berkah dan anugerah 5 besar KiHajar nasional. Meskipun belum 3 besar, tapi sungguh ini suatu karunia yang luar biasa.

Jum’at siang, ketika saya sudah siap untuk pulang ke rumah, wakil kepsek memberitahu perihal keberangkatan saya ke jakarta senin pagi, mengikuti kuis KiHajar nasional, menggantikan MP yang mengundurkan diri. Syok? Pastinya. Namun dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, saya terima tawaran tersebut.
Semua persiapan saya laksanakan dalam 2 hari saja. Semua berjalan lancar, hanya persiapan mental yang dirasa berat. Namun saya terus berdoa kepada Allah agar Ia senantiasa mendampingi saya. Dan akhirnya, pada Senin pagi saya berangkat menuju Jakarta.

Sekitar pukul 11 saya tiba di Pusdiklat, Sawangan Parung. Check in, dan mendapat kamar R7. Tentu saja saya satu kamar dengan teman seperjuangan saya, DL. Begitu tiba, kami langsung mendapat teman baru, yaitu JD dari jawa timur. Di R7b, menginap seorang peserta dari sumatera utara, NM yang langsung saja menjadi teman baru kedua kami. Di perjalanan untuk makan siang, satu lagi teman baru kami dapatkan, FS dari jakarta.
Sore harinya, semua peserta mengikuti kegiatan Ice Breaking yang diadakan oleh panitia. It’s a brilliant activity! They really break the ice between us! Dan jalinan erat tali silaturahmi telah terbentuk diantara kami selepas acara tersebut.
Acara selesai pukul 18.00, dilanjutkan dengan makan malam. Kami langsung bergabung dengan FS dan EF dari yogyakarta. Jika hanya melihat sekilas, tak seorangpun menyangka kami berempat baru berkenalan beberapa jam yang lalu. Amazing!
Malamnya dilanjutkan dengan acara pembukaan, dan kami pulang ke kamar masing-masing pukul 22.00, mempersiapkan diri untuk berkompetisi esok hari.

Esok paginya, kami melaksanakan olahraga pagi bersama. Kemudian, 30 peserta diantar menuju Pustekom menggunakan bus. Serelah dibriefing, kami menuju lantai 4, tempat pelaksaan lomba. Tes Penyisihan Tahap 1 berlangsung dalam 2 sesi, online test pilihan ganda, dan written test essay.
Setelah tes, kami dibagi dalam 2 kelompok, dan diajak tur keliling Pustekom, melihat studio TV Edukasi. Kemudian, 15 besar diumumkan. Alhamdulillah, saya, FS, dan EF berhasil lolos ke 15 besar. Sayangnya, DL yang belum berhasil lolos terpaksa pulang ke Pusdiklat. Isak tangis mewarnai perpisahan kami. Sebelum pulang, DL sempat membisikkan doanya kepada kami bertiga.
Setelah 15 peserta dipulngkan, 15 besar yang lain mempersiapkan diri untuk mengikuti Tes Penyisihan Tahap 2. Tak disangka, bukannya atmosfer persaingan yang dirasa, kami justru saling mendukung, saling memotivasi, saling menguatkan, dan berbagi ilmu satu sama lain. Seakan kami semua satu, yang akan menghadapi tantangan bersama.
Selesai tes, kami pulang ke Pusdiklat, dan mempersiapkan diri untuk malam kesenian dan pengumuman 5 besar. Semua peserta mengenakan baju adat daerah masing-masing. Panitia juga mengadakan acara tukar kado. Kebetulan saya mendapat ulos, kain khas daerah sumatera utara. Senangnya!
Kemudian, kami diberi wejangan-wejangan oleh juri dan panitia, kepada siapa pun yang nantinya berhasil maupun belum berhasil untuk lolos ke babak 5 besar. Alhamdulillah, saya masih diizinkan untuk bertahan dalam kompetisi ini oleh-Nya. Saya berhasil lolos ke babak 5 besar bersama FS, dan ketiga rekan lainnya, BM dari jayapura, MA dari jakarta, dan MZ dari balikpapan. Kami pun bersiap untuk mengikuti babak Grand Final keesokan harinya.

Keesokan harinya, ternyata Grand Final masih di bagi menjadi 3 babak, sehingga pada akhirnya akan menyisakan 3 orang saja. Hingga akhirnya saya yang harus tersingkir di babak pertama, disusul BM di babak kedua. Hingga pada babak ketiga tersisa FS, MA, dan MZ. Setelah melalui persaingan yang cukup sengit, FS keluar sebagai juara pertama kuis KiHajar 2010, disusul oleh MZ di tempat kedua, dan MA di tempat ketiga.
Malamnya, kami diajak makan malam di salah satu mall terkemuka di Jakarta. Sekitar pukul 22.00 kami pulang ke pusdiklat. Namun, saya dan ketiga teman perempuan lainnya tidak langsung tidur. Kami justru menghabiskan malam kami dengan bermain dan bersenda gurau bersama. Kapan lagi jika tidak sekarang?

Kamis pagi setelah sarapan, kami kembali diajak untuk menghabiskan waktu di salah satu taman bermain di Jakarta. Di sana kami berusaha untuk menciptakan kenangan sebanyak-banyaknya dan mengabadikan setiap detik momen yang kami lalui. Sungguh, tak seorangpun dari kami berniat untuk menyelesaikan hari itu.
Dari sana kami langsung menuju Dikti untuk mengikuti acara malam penganugerahan. Kami kembali ke Pusdiklat mendekati tengah malam.
Sekembalinya kami ke pusdiklat, kami justru berkumpul bersama dan berusaha untuk tetap terjaga meskipun kami semua sudah sangat lelah. Sampai pukul 2.30 dini hari kami pun masih tetap terjaga dan berusaha membagi cerita, hingga kami pada akhirnya memutuskan untuk naik ke tempat tidur.

Paginya, kami semua harus berpisah dan kembali ke daerah masing-masing. Dadaku sesak, mungkin semua juga merasakan hal yang sama. Namun tak satupun meneteskan air mata, tak satupun dari kami menangis. Bukan karena kami tidak merasa sedih. Kami hanya ingin ketika kami meninggalkan tempat ini, ketika perpisahan datang menjemput, kami semua pulang dengan membawa senyuman masing-masing. Dan, kami pun tetap tersenyum sampai saat terakhir.

Dan Terimakasih Tuhan, kau goreskan lagi satu cerita dalam hidupku.