Saat yang lain semakin bergerak maju, saya malah mau berbalik mundur, dan lari. Kabur sejauh-jauhnya sampai jauh bahkan kehilangan maknanya.
Saya malu. Malu semalu-malunya.
Dan saya muak. Muak semuak-muaknya.
Dan lelah. Lelah selelah-lelahnya.
Saya malu dengan diri saya sendiri. Saya muak dengan mereka yg sok tahu tentang saya. Dan saya lelah terus-terusan berada di antara dua pilihan, membuktikan bahwa apa yg mereka 'soktahu'-kan benar atau malah.menjelaskan bahwa saya tidak.
Dan ketika saya bahkan sudah terlalu lelah untuk sekedar memutuskan, bagaimana bisa saya melakukan salah satu apalagi keduanya?
Sebelumnya saya tidak pernah menaruh sedikitpun perhatian pada suara-suara sumbang yang berdenyar. Tapi ketika kata-kata sumbang mulai merenggut satu per satu milik saya, maka saya harus peduli. Tapi peduli membuat saya nyaris mati. Mana saya tahu kalau mereka tak ubahnya sel termutasi yg dapat membelah diri tanpa terkendali?
Tinggallah saya. Seperti serdadu yang kehilangan nyali. Tak berarti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar